Apa Itu Ducting dan Perannya dalam Sistem HVAC?

Ducting adalah saluran distribusi udara yang berfungsi menyalurkan udara dari Air Handling Unit (AHU), blower, atau sistem pendingin ke seluruh ruangan. Dalam industri, terutama pada gedung komersial, pabrik, hingga fasilitas kesehatan, desain ducting yang tepat sangat penting untuk memastikan kenyamanan termal, efisiensi energi, serta kualitas udara dalam ruangan (IAQ).
Material yang umum digunakan untuk fabrikasi ducting antara lain:
- BJLS (Baja Lapis Seng) → kuat, tahan lama, dan banyak digunakan di industri umum.
- SUS (Stainless Steel) → ideal untuk kebutuhan higienis, seperti industri farmasi, F&B, atau laboratorium.
- Textile Duct → fleksibel, ringan, mudah dipasang, dengan distribusi udara lebih merata.
Faktor Penting dalam Merancang Ducting yang Efisien

Untuk menghasilkan sistem distribusi udara yang optimal, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan:
1. Perhitungan Kapasitas Udara (CFM/CMH)
Pastikan kapasitas udara sesuai dengan kebutuhan ruang. Salah perhitungan dapat menyebabkan udara tidak merata, pemborosan energi, bahkan kebisingan.
2. Pemilihan Material Ducting

- BJLS: hemat biaya, kokoh, cocok untuk aplikasi umum.
- SUS: tahan karat, higienis, digunakan di industri makanan dan farmasi.
- Textile Duct: ringan, mudah dipasang, memiliki kemampuan distribusi udara yang lebih lembut dan merata, cocok untuk industri F&B, gudang pendingin, dan ruang dengan kontrol suhu ketat.
3. Desain Jalur Ducting
Gunakan jalur seefisien mungkin dengan meminimalisir belokan tajam. Setiap belokan menambah losses (kehilangan tekanan) sehingga memengaruhi performa blower.
4. Kecepatan Udara
Kecepatan yang terlalu tinggi menyebabkan bising dan tekanan statis tinggi. Umumnya, kecepatan ideal ducting utama berkisar 6–9 m/s, sedangkan cabang ducting sekitar 3–6 m/s.
5. Isolasi dan Kebocoran Udara
Untuk ducting BJLS dan SUS, isolasi termal sangat penting agar tidak ada kehilangan energi. Textile duct biasanya tidak membutuhkan isolasi tambahan karena aliran udaranya lebih terkontrol.
Kelebihan dan Kekurangan Material Ducting
| Material | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| BJLS | Tahan lama, mudah didapat, harga relatif murah | Rentan korosi jika tidak dilapisi dengan baik |
| SUS | Anti karat, higienis, cocok untuk cleanroom & industri makanan | Harga lebih mahal, lebih berat |
| Textile Duct | Ringan, instalasi cepat, distribusi udara lebih merata, mudah dicuci | Kurang tahan benturan fisik, umur pakai lebih singkat dibanding baja |

Tips Efisiensi Energi pada Sistem Ducting
- Gunakan desain ducting yang pendek dan minim belokan untuk mengurangi kehilangan tekanan.
- Terapkan CFD (Computational Fluid Dynamics) atau software simulasi untuk memastikan distribusi udara merata.
- Periksa secara rutin kebocoran ducting dan lakukan perawatan berkala.
- Gunakan Textile Duct pada area yang membutuhkan aliran udara lembut tanpa draft, seperti industri makanan atau cold storage.
- Kombinasikan dengan Variable Air Volume (VAV) untuk mengoptimalkan distribusi udara sesuai kebutuhan ruangan.
Kesimpulan
Pemilihan material ducting seperti BJLS, SUS, dan Textile Duct harus disesuaikan dengan kebutuhan industri, tingkat higienis, dan efisiensi biaya. Textile duct semakin populer karena ringan, mudah dipasang, serta memberikan distribusi udara yang lebih merata dan nyaman.
Dengan perencanaan jalur, perhitungan kapasitas, serta pemeliharaan yang tepat, sistem distribusi udara dapat bekerja lebih efisien, hemat energi, dan sesuai standar industri.
Jika Anda membutuhkan jasa desain dan instalasi ducting profesional di Surabaya dan sekitarnya, CF Dinamika siap membantu dengan solusi fabrikasi ducting yang berkualitas.



