Local Exhaust Ventilation (LEV) dalam Produksi Resin

local exhaust ventilation

Dalam industri manufaktur, khususnya pada proses produksi resin, pengendalian paparan bahan kimia berbahaya merupakan aspek krusial yang tidak boleh diabaikan. Salah satu metode paling efektif untuk mengurangi risiko kesehatan akibat uap, debu, dan aerosol berbahaya adalah dengan menerapkan Local Exhaust Ventilation (LEV). Artikel ini akan membahas pentingnya sistem LEV dalam proses produksi resin, prinsip kerjanya, komponen utama, serta manfaatnya bagi keselamatan, kesehatan kerja, dan kepatuhan terhadap regulasi.


Apa Itu Local Exhaust Ventilation (LEV)?

Local Exhaust Ventilation

Local Exhaust Ventilation (LEV) adalah sistem ventilasi yang dirancang untuk menangkap polutan di sumbernya sebelum menyebar ke udara lingkungan kerja. Berbeda dengan ventilasi umum (general ventilation), LEV bekerja secara lokal—dekat dengan titik emisi—sehingga lebih efisien dalam mengendalikan paparan bahan berbahaya seperti uap pelarut, debu resin, dan senyawa organik volatil (VOCs).

Dalam konteks produksi resin, LEV digunakan pada area seperti pencampuran, pencetakan, curing (pengeringan), dan finishing, di mana pekerja rentan terpapar bahan kimia seperti epoxy, polyester, styrene, dan isocyanate.


Mengapa LEV Penting dalam Produksi Resin?

Local Exhaust Ventilation

Produksi resin melibatkan penggunaan bahan kimia yang dapat menguap dan membahayakan kesehatan jika terhirup dalam jangka panjang. Beberapa risiko kesehatan yang dapat timbul antara lain:

  • Iritasi saluran pernapasan dan mata
  • Gangguan sistem saraf pusat (akibat paparan styrene)
  • Alergi atau asma pekerjaan (occupational asthma)
  • Risiko kanker (pada beberapa pelarut aromatik)

Tanpa sistem kontrol yang memadai, konsentrasi polutan di udara kerja dapat melebihi batas aman yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, Kemenaker RI, atau organisasi internasional seperti OSHA dan NIOSH.

LEV hadir sebagai solusi teknik rekayasa (engineering control) yang paling efektif untuk meminimalkan risiko ini.


Komponen Utama Sistem LEV

Sebuah sistem LEV yang efektif terdiri dari beberapa komponen kunci:

  1. Hood (Penangkap)
    Bagian yang ditempatkan dekat sumber emisi untuk menangkap polutan sebelum menyebar. Jenis hood yang umum digunakan dalam produksi resin adalah enclosed hood, capture hood, dan downdraft table.
  2. Ductwork (Saluran Udara)
    Saluran yang mengalirkan udara terkontaminasi dari hood ke sistem pengolahan. Desain ductwork harus memperhatikan kecepatan aliran udara agar partikel tidak mengendap.
  3. Air Cleaning Device (Filter atau Scrubber)
    Digunakan untuk membersihkan udara sebelum dibuang ke luar. Dalam produksi resin, filter HEPA atau karbon aktif sering digunakan untuk menangkap partikel halus dan VOCs.
  4. Fan (Blower)
    Memberikan tekanan untuk menarik udara melalui sistem. Pemilihan fan harus sesuai dengan volume udara dan tekanan yang dibutuhkan.
  5. Exhaust Stack
    Saluran pembuangan udara bersih ke luar ruangan, jauh dari area kerja dan sirkulasi udara gedung.

Keuntungan Menggunakan LEV dalam Produksi Resin

  1. Meningkatkan Kualitas Udara di Tempat Kerja
    LEV secara signifikan mengurangi konsentrasi polutan, menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan nyaman.
  2. Melindungi Kesehatan Pekerja
    Dengan mengurangi paparan bahan kimia berbahaya, risiko penyakit akibat kerja dapat ditekan.
  3. Meningkatkan Produktivitas
    Pekerja yang sehat dan tidak terganggu oleh bau atau iritasi akan lebih fokus dan produktif.
  4. Kepatuhan terhadap Regulasi K3
    Perusahaan yang menerapkan LEV lebih mudah memenuhi standar K3 dari pemerintah dan audit keselamatan kerja.
  5. Mencegah Kebakaran dan Ledakan
    Beberapa resin mengandung pelarut mudah terbakar. LEV membantu mengurangi konsentrasi uap di udara, menurunkan risiko kebakaran.

local exhaust ventilation

Tips Implementasi LEV yang Efektif

  • Lakukan Risk Assessment terlebih dahulu untuk mengidentifikasi sumber emisi dan jenis polutan.
  • Desain sistem sesuai kebutuhan proses – ukuran hood, kecepatan aliran udara, dan jenis filter harus disesuaikan.
  • Lakukan maintenance rutin – bersihkan filter, periksa kebocoran duct, dan uji kinerja sistem minimal 6 bulan sekali.
  • Berikan pelatihan kepada pekerja tentang pentingnya menggunakan dan tidak menghalangi sistem LEV.
  • Gunakan alat ukur (anemometer, flow hood) untuk memastikan sistem bekerja optimal.

Studi Kasus: Penerapan LEV di Pabrik Resin Komposit

Sebuah pabrik resin komposit di Jawa Barat melaporkan penurunan 70% kasus iritasi pernapasan setelah memasang sistem LEV di area pencampuran dan curing. Selain itu, hasil pengujian udara menunjukkan konsentrasi styrene turun dari 120 ppm menjadi 18 ppm, jauh di bawah ambang batas aman (50 ppm menurut OSHA).

Investasi awal untuk sistem LEV terbayar dalam 2 tahun melalui penurunan biaya klaim asuransi kesehatan dan absensi kerja.


Penutup

Local Exhaust Ventilation (LEV) bukan hanya sekadar peralatan keselamatan, tetapi merupakan investasi strategis dalam kesehatan pekerja, keberlanjutan operasional, dan reputasi perusahaan. Dalam industri produksi resin yang penuh dengan risiko kimia, penerapan LEV yang tepat dapat menjadi penentu antara lingkungan kerja yang aman dan yang membahayakan.

Bagi perusahaan yang ingin meningkatkan standar K3, LEV adalah langkah pertama yang wajib dipertimbangkan. Konsultasikan dengan ahli K3 atau konsultan industri untuk merancang sistem yang sesuai dengan kebutuhan produksi Anda.


Kata Kunci:

  • local exhaust ventilation produksi resin
  • sistem ventilasi lokal resin
  • pengendalian uap resin di pabrik
  • LEV untuk keselamatan kerja
  • cara mengurangi paparan styrene
  • sistem exhaust ventilation industri kimia
  • manfaat LEV di pabrik resin
  • kontrol debu dan uap resin

Jadilah Bagian dari Kesuksesan Bersama

Hubungi kami hari ini dan temukan bagaimana kami dapat membantu memenuhi kebutuhan teknik perusahaan Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top